Stay informed on our news or events!

post

Peningkatan Mutu Sekolah dalam Penerapan Blended Learning berbasis TPACK dan Asesmen Nasional

(Tahun ajaran 2021-2022)

Smkassalaambandung.sch.idPerkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berlangsung begitu pesat, sehingga sudah sewajarnya para ahli/pakar menyebut hal ini sebagai suatu revolusi. Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam perjalanannya, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan bakal terjadi berbagai perubahan dibidang informasi maupun bidang-bidnag kehidupan lain yang berhubungan, sebagai implikasi dari perkembangan keadaan tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi dalam perkembangannya mempengaruhi dunia Pendidikan semakin terasa sejalan dengan adanya pergeseran pola pembelajaran dari tatap muka yang dilakukan secara konvensional kearah Pendidikan yang lebih terbuka dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran.

Pendidikan di Indonesia saat ini dituntut untuk mempersiapkan peserta didik yang cerdas, kreatif serta mandiri. Hal ini sesuai dengan harapan pencapaian keterampilan abad 21. Pendidikan yang bermutu harus mencakup dua orientasi yakni orientasi akademis yang menitik beratkan pada peserta didik, dan orientasi keterampilan hidup (Life Skills) untuk memberi bekal kepada peserta didik agar dapat menghadapi kehidupan nyata atau sesungguhnya. Teknologi informasi yang telah menjadi bagian dari pembelajaran di semua jenjang Pendidikan di Indonesia, sehingga menuntut sekolah agar memfasilitasi media pembelajarannya.

Menindaklanjuti perkembangan jaman saat ini dan situasi sekarang, SMK Assalaam merasa perlu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah antara lain; mengevaluasi program kerja sekolah, memperbarui perangkat pembelajaran tiap guru, mengembangkan kompetensi guru dalam hal mengajar, serta membangkitkan gairah guru dalam proses pembelajaran. Hal ini sangat diperlukan sekali oleh setiap guru. Dalam rangka itulah SMK Assalaam menyelenggarakan kegiatan Diklat/In House Training (IHT) dengan tema “Peningkatan Mutu Sekolah dalam Penerapan Blended Learning Berbasis TPACK dan Asesmen Nasional”.

Dengan kegiatan ini semoga dapat memudahkan dalam mewujudkan Visi dan Misi serta Tujuan Sekolah; Memberikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan kinerja sekolah pada tahun bersangkutan; Memudahkan organisasi sekolah dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan job dan tanggung jawabnya; Memudahkan dalam melaksanakan evaluasi keberhasilan selama jangka waktu satu tahun; Meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan pedoman evalusi pembelajaran; dan Memberi motivasi kepada guru dalam pelaksanakan pembelajaran secara bermakna sehingga peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan siswa sesuai dengan yang diharapkan.

Materi kegiatan In House Training ( IHT ) tahun 2021-2022 adalah berupa materi-materi yang terdiri dari: Hari pertama, Evaluasi program kurikulum dan pembelajaran, dilakukan oleh guru keseluruhan secara individu; Persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang disampaikan oleh ibu Pengawas SMK Kabupaten Ibu H. Lala Susilawati, M.MPd. beliau menyampaikan bahwa banyak sekali persyaratan agar sekolah dapat melaksanakan kegiatan PTM terbatas, salah satunya menyediakan sarana protokol kesehatan, seluruh guru dan karyawan dipastikan sudah melaksanakan vaksinasi, siswa yang datang dipastikan dalam keadaan sehat dan lingkungan tempat tinggalnya berada di zona hijau (aman), harus dilakukan pengawasan ketat oleh tim Satgas Covid sebelum siswa memasuki lingkungan sekolah sampai siswa kembali ke rumahnya.

Materi selanjutnya yaitu pemaparan RPP PBL dan PJBL yang disampaikan oleh Miss Maya Puspita, S.Pd. yang dilanjutkan dengan Peer Teaching model pembelajaran PJBL yang diwakili oleh Pak Ute Juli K, S.Pd. Model pembelajaran ini disiapkan untuk dua kondisi yaitu daring dan PTM. Sehingga dalam kegiatan intinya harus mengandung TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) yaitu mengintegrasikan antara pengetahuan teknologi, pengetahuan pedagogi, dan pengetahuan konten dalam sebuah konteks pembelajaran. Pada TPACK ini titik beratnya adalah bagaimana menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran misalnya pemanfaatan Google Classroom sebagai ruang kelas, dan internet sebagai sumber pembelajaran; Bagaimana cara guru mengajarkan materi pembelajaran seperti penggunaan model dan metode yang tepat, kreatif yang dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kegiatan hari pertama ditutup dengan penyusunan RPP Merdeka berbasis TPACK secara kelompok dan presentasi dari perwakilan 1 kelompok.

Kegiatan IHT dilanjutkan dihari kedua dengan materi yang berbeda yaitu “Motivasi menjadi Guru Bahagia di Masa Pandemi” yang disampaikan oleh Pak Ihya ‘Ulumuddin Razki Fasa, S.Kom.I selaku guru BK di SMK Assalaam. Beliau memberikan banyak sekali motivasi bagaimana agar selalu bahagia ketika mengajar walaupun tidak tatap muka (daring). Karena apabila guru mengajar dengan penuh kebahagiaan, maka siswa pun akan belajar dengan bahagia. Mengajar bahagia dapat dimulai dengan mengenal nama-nama siswa, sehingga ketika anak tersebut mendengar namanya dipanggil akan merasa bahagia karena namanya dikenal oleh gurunya. Kemudian mengenal kesukaan tiap siswa, sehingga ketika pembahasan materi bisa menggunakan kesukaannya sebagai contoh. Memberikan kuis atau penilaian dengan cara yang lebih asyik, seperti menggunakan kahoot, quizizz, dll. Semoga dengan pembelajaran yang dilaksanakan dengan bahagia, akan lebih mudah dipahami walaupun dalam keadaan apapun.



Jangan lupa bahagia!