Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id - Rabu (08/09), SMK Assalaam menyelenggarakan vaksinasi massal untuk 600 peserta didik. Sekolah bekerja sama dengan Polsek Dayeuhkolot dan Puskesmas Cangkuang untuk menyelenggarakan vaksinasi massal ini. Jenis vaksin yang digunakan yaitu sinovac. "Vaksinasi yang dilaksanakan di SMK ini menggunakan vaksin Sinovac. Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang aman, dan masyarakat jarang ada yang mengeluh, karena Sinovac efek sampingnya berbeda dan paling rendah.” Ujar dr. Ai Hasanah selaku Kepala Puskesmas Cangkuang.

Sebanyak 20 orang tenaga kesehatan diturunkan untuk melaksanakan vaksinasi di SMK Assalam Bandung. Dengan adanya aturan kartu vaksin untuk semua kegiatan, peserta vaksinasi menjadi membludak di setiap desa/kelurahan. Puskesmas sendiri masih terkendala dengan kurangnya dosis vaksin. Puskesmas pun bekerja sama dengan Polresta Bandung dan Polsek Dayeuhkolot untuk menyukseskan vaksinasi.

Baca juga: https://jabarekspres.com/berita/2021/09/08/ratusan-siswa-smk-assalam-ikuti-vaksinasi-di-sekolah/

Kepala Sekolah SMK Assalam yaitu Bapak H.M. Luthfi Almanfaluthi mengatakan, vaksinasi ini untuk menjamin kesehatan siswa, para guru, dan karyawan di sekolah. Vaksinasi ini merupakan bantuan dari Polsek Dayeuhkolot sebanyak 600 dosis sesuai jumlah siswa.

"Alhamdulilah kami mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan vaksinasi ini dan dari Pak Kapolsek memang ada program vaksinasi untuk warga Dayeuhkolot." Kata Bapak Kepala Sekolah SMK Assalaam, di sela kegiatan vaksinasi di SMK Assalam.

Jumlah 600 orang peserta didik yang divaksin ini merupakan hasil seleksi sehingga dapat dipastikan, semua peserta didik yang ikut vaksin dalam kondisi sehat.

"Kegiatan vaksin ini juga kami laksanakan dengan melakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Siswa disebar ke kelas-kelas kemudian secara bergiliran mendatangi lokasi pemeriksaan dan vaksinasi. Setelah divaksin, mereka langsung diarahkan untuk pulang ke rumah masing-masing." Ujar Bapak Kepala Sekolah.

Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Tedi Rusman menambahkan, SMK Assalam menjadi sekolah yang pertama mendapatkan vaksin. Kata beliau setelah disekolah ini, beberapa sekolah juga ada yang meminta agar di tempatnya dilaksanakan vaksinasi. Pihaknya tentu menyambut gembira antusiasme masyarakat tersebut.

"Memang kami juga ditugaskan untuk membantu mendistribusikan vaksin kepada masyarakat. Setiap Polsek harus melaksanakan atau menghabiskan 600 vaksin per minggunya. Tentunya dengan adanya pengajuan dari sekolah ini sangat menggembirakan, karena memang ini untuk kepentingan bersama. Meskipun distribusinya dari Polsek untuk pelaksanaan vaksinasinya tetap dilakukan oleh para tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas." Ujarnya.