Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id - Pada tahun 2020 Virus Covid 19 mengguncang dunia termasuk negara Indonesia, maka dari itu segala bentuk kegiatan yang dilakukan diluar harus terpaksa diberhentikan sementara khususnya dalam proses pembelajaran. Tahun pelajaran baru 2020-2021, siswa siswi memulai tahun ajaran baru diharuskan melakukan pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) yang proses pembelajaran harus dilaksanakan secara online termasuk di SMK Assalaam Bandung yang melakukan proses pembelajaran jarak jauh demi mengantisipasi agar 0enyebaran covid 19 tidak semakin meluas. Di akhir bulan ini, SMK Assalaam Bandung dan beberapa sekolah lainnya  mulai melaksanakan AKB.

AKB atau kepanjangan dari Adaptasi Kebiasaan Baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Keadaan pembiasaan ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap dilakukan sehingga kita tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus corona. Adaptasi kebiasaan baru ini dilakukan di SMK ASSALAAM BANDUNG khususnya pada pembelajaran produktif (TKRO, TBSM, dan RPL). Tatap muka dengan melaksanakan Protokol Kesehatan. Sebelum memasuki area kampus sekolah, seluruh siswa maipun civitas akademika wajib melakukan pengecekan suhu tubuh. setwlah itu diwajibkan cuci tangan di tempat yang telah disediakan. Pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan secara terjadwal yaitu setiap kelas hanya diikuti oleh 5 atau 6 siswa setiap harinya. Siswa-siswi diberikan APD (Alat Pelindung Diri) berupa Masker, Face Shield, dan Sarung tangan. Pembelajaran tatap muka secara langsung dilaksanakan 3 jam mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Setiap siswa bebas menanyakan materi yang kurang dimengerti secara langsung. Adaptasi kebiasaan baru dapat berjalan secara efektif jika kita mau menaati dan konsisten dengan protokol kesehatan yang ada.

Tidak hanya SMK Assalaam Bandung saja yang sudah memulai kebiasaan baru dalam proses pembelajaran secara tatap muka. Beberapa sekolah di Bandung juga sudah memulai proses pembelajaran secara tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai Face Shield, Masker, dan alat pelindung lainnya dengan menjadwalkan siswa yang datang kesekolahnya sebanyak sebelas orang dengan cara duduk secara berjarak. Kebiasaan tersebut dilakukan agar siswa tetap aman dalam melakukan proses pembelajaran.

Salah satu sekolah di Kab Bandung yaitu wilayah baleendah menerapkan sistem LURING (tatap muka) tetapi tidak setiap hari, dilakukannya hanya pelajaran tertentu seperti pelajaran produktif tiap jurusan. Dilaksanakannya tatap muka biasanya 1 bulan 2 kali tapi terkadang tidak setiap bulan. sekolah hanya menyesuaikan dan mengikuti program. Saat pelaksanaan LURING tidak lupa untuk cek suhu, jaga jarak, memakai masker dan tidak lupa cuci tangan.