Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id - Jalan panjang bagi guru SMK Assalaam untuk memperoleh sertifikat pendidik dimulai semenjak Kepala Sekolah SMK Assalaam, H.M Luthfi Almanfaluthi mengeluarkan kebijakan percepatan peningkatan kualitas tenaga pendidik pada awal tahun 2015 lalu. Kini perjuangan pun membuahkan hasil, 6 orang guru dari berbagai mata pelajaran di SMK Assalaam berhasil mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2018. Dengan demikian hal tersebut menambah jumlah guru SMK Assalaam yang memiliki sertifikat pendidik menjadi 9 orang, setelah sebelumnya hanya berjumlah tiga orang melalui jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) serta Guru-Guru kejuruan yang memiliki sertifikasi dari dunia Industri.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu jalan bagi seorang guru untuk bisa memiliki Sertifikasi Guru. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Proses ini dimulai pada tahun 2005, pada saat Pemerintah mengesahkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), di mana dalam pasal 1 UUGD dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain guru harus memiliki minimal pendidikan S1, guru juga harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Berkaitan dengan hal tersebut, PP No. 74 pasal 2 tahun 2008 tentang Guru menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompeten, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Regulasi tersebut melandasi terjadinya reformasi guru di Indonesia dimana guru harus disiapkan melalui pendidikan profesi setelah program sarjana.

Setelah diterbitkannya Permenristekdikti No. 55 tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru pada bulan Agustus 2017 lalu, maka secara resmi jalur sertifikasi guru dirubah dari jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) menjadi Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG didefinisikan sebagai program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah.

Terdapat 2 jenis Program PPG berdasarkan kelompok sasaran, pertama PPG Pra Jabatan adalah program pendidikan yang dikhususkan untuk lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan serta lulusan SM-3T (Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini sudah dilaksanakan semenjak terbitnya Permenristekdikti No. 55 tahun 2017. Kedua, PPG Dalam Jabatan adalah program pendidikan yang dikhususkan untuk guru PNS dan bukan PNS dengan persyaratan tertentu yang sudah mengajar pada satuan pendidikan dan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2018 lalu.

Melalui perjalanan dan perjuangan yang panjang, akhirnya 6 orang guru yang mengajar di SMK Assalaam berhasil menempuh PPG dalam Jabatan di tahun 2018 lalu. Tidak mudah mengikuti PPG dalam jabatan ini. Seorang guru untuk bisa mengikuti PPG ini harus melalui banyak sekali tahapan. Dimulai dari keikutsertaan dalam Pretest PPG dengan mengerjakan soal-soal dalam Computer Assisted Test (CAT) layaknya mengikuti Tes CPNS. Setelah lulus pretest, melangkah pada seleksi administrasi yang isinya adalah pemberkasan pribadi. Barulah setelah pemberkasan tersebut, pihak ristekdikti menempatkan guru tersebut di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.

Setelah penempatan guru yang lolos pretest PPG di LPTK yang ditunjuk, maka dimulailah perjuangan panjang menempuh Pendidikan Profesi Guru. Dikatakan perjuangan panjang karena beban belajar guru dalam pendidikan tersebut sebesar 24 sks. Metode pembelajaran PPG Dalam jabatan dilakukan dalam tiga metode, yaitu Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) selama satu bulan; Tatap Muka (Lokakarya) selama satu bulan, dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama satu Bulan dan diakhiri dengan Uji Kinerja serta Uji Pengetahuan. Tentu saja untuk menempuh pembelajaran dalam PPG tersebut perlu mengorbankan tenaga dan pikiran. Namun hal tersebut pada akhirnya berhasil dilalui oleh keenam guru SMK Assalaam.

Selama PPG dalam jabatan berlangsung, keenam guru tersebut ditempatkan di beberapa LPTK terkemuka di Indonesia, seperti di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berjumlah empat orang, Universitas Pasundan (UNPAS) satu orang, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebanyak satu orang Guru. Kini Agung Wahyudi, salah satu guru kejuruan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sedang menempuh PPG di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Sementara 4 orang guru lainnya masih menunggu hasil Pre-Test PPG pada tahun 2019 lalu.

Besar harapan SMK Assalaam kepada guru-guru yang sudah lulus PPG dalam Jabatan ini untuk bisa memperkuat lembaga pendidikan dilingkungan unit pendidikan Yayasan Assalaam khususnya dalam pengembangan etika profesi yang kuat serta kualifikasi kompetensi yang baik. Sekali lagi selamat, semoga mampu konsisten dan menjadi guru yang profesional sesuai ketentuan yang berlaku.