Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id - Menindaklanjuti surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilaksanakan mulai bulan Januari, SMK Assalaam telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sesuai dengan kebijakan kemendikbud. Dari mulai kesiapan perangkat guru dan media pembelajaran untuk semester 2 melalui kegiatan IHT, hingga kelengkapan medis, kelengkapan protokol kesehatan, kerjasama dengan fasilitas kesehatan terdekat, dan birokrasi perizinan (orang tua, warga setempat, Satgas Covid, dan lembaga pemerintah setempat).

Untuk protokol kesehatan, SMK Assalaam menyediakan beberapa alat pengukur suhu di mulai dari gerbang sekolah. Sekolah juga menyediakan tempat mencuci tangan di setiap tempat. Siswa-siswi juga diimbau agar selalu menggunakan masker atau faceshield. Selain itu, di sekolah juga dibuatkan alur/rute jalur masuk serta keluar, yang diberi istilah lalu lintas siswa dari mulai gerbang sekolah, ruang belajar, hingga pulang sekolah. Rute diatur dengan memerhatikan jarak, agar siswa tidak bergerombol ataupun mengantre dengan jarak yang terlalu rapat. Selain itu, sekolah juga menyusun Satuan Tugas (Satgas) Covid 19, untuk mengawasi jalannya PTM agar kondusif sesuai dengan protokol kesehatan aturan pemerintah.

Kemudian untuk ruang belajar, disiapkan satu ruangan hanya diisi oleh 10 siswa. Alat praktik pun disiapkan agar satu alat hanya digunakan tidak lebih dari dua siswa. Peran guru selain melakukan pembelajaran tatap muka, disediakan juga webcam online, agar tetap bisa memberikan pembelajaran kepada siswa yang BDR (Belajar Dari Rumah).

Agar pelaksanaan PTM ini berjalan dengan lancar, maka sebelumnya dilakukan simulasi dulu yang dipraktikkan oleh guru dan karyawan. Guru dan karyawan dibagi menjadi beberapa kelompok jurusan TKRO, TBSM, dan RPL. Simulasi dimulai dari kedatangan siswa. Siswa datang, sebelum masuk gerbang dilakukan cek suhu dulu. Jika suhu >37,5° maka siswa belum diperbolehkan untuk masuk, tapi diarahkan untuk menunggu dulu di tempat yang teduh selama 15 menit, karena dikhawatirkan suhu panas diakibatkan terkena panas matahari selama perjalanan. Bila suhu tubuh anak tidak turun, masih >37,5, maka siswa diarahkan untuk pulang atau menuju ke Puskesmas terdekat yang telah bekerja sama dengan sekolah.

Setelah cek suhu, guru yang berperan sebagai siswa siswa diarahkan untuk mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. apabila ada yang datang berbarengan, satgas covid akan mengondisikan agar antre dan jaga jarak. Setelah mencuci tangan, siswa diberikan pengarahan perkelompok oleh Toolman. Baru kemudian diarahkan ke ruang kelas masing-masing sesuai kelompok yang sudah ditentukan.

Ketika pembelajaran di dalam kelas, siswa tidak diizinkan untuk saling meminjam peralatan, ketika berdiskusi pun tidak boleh berdekatan atau keluar dari tempat duduk yang telah disiapkan sampai pembelajaran selesai. Setelah selesai pembelajaran atau setelah menggunakan peralatan, siswa diimbau untuk selalu meletakkan alat-alat praktik yang sudah digunakan, menyemprotkan desinfektan, membersihkan ruangan, dan mencuci tangan.