Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id - "Pertama kalinya saya merasakan haru biru kenaikan kelas, bukan karena mendapat nilai tertinggi ataupun mendapat hadiah sepatu baru dari ibu. Tapi, pembagian raport kenaikan kelas yang dilaksanakan secara online melalui Google Meet, yang sebenarnya menimbulkan rasa aneh dan sedih. Sedih karena tidak bisa mengambil raport seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara tatap muka diantar orang tua dan pulangnya ditraktir ice cream. Berhubung situasi yang kembali genting, pembagian raport pun dilaksanakan secara online. Bersyukur, jadi kita tidak saling berkerumun, mungkin kalau pembagian raport tatap muka kan suka bertemu dengan teman biasanya suka berkerumun karena lama tidak bertemu dan juga senang bisa dihadiri oleh orang tua/wali. Dengan online di Google Meet harus ada orang tua malah pada gak ada, karena kebanyakan orang tua yang berhalangan hadir. Aneh, rasanya memang aneh, saling mengucapkan selamat tapi tidak saling menjabat, hanya bisa saling tersenyum dan menatap via layar ponsel. Bahkan ada teman yang sepertinya baru tahu wajahnya (pangling). Rasanya pengen demo aja ke pemerintah biar sekolah tatap muka dibuka kembali seperti tempat pariwisata, karena bagi kami sekolah tatap muka sama seperti berwisata." Curhat salah seorang siswi SMK Assalaam.

 

Tidak hanya satu siswi yang merasakan hal tersebut, mungkin seluruh siswa-siswi SMK Assalaam. Guru-guru pun merasakan hal yang sama, tak terasa nama-nama siswanya akan berganti, padahal yang setahun lalu pun belum khatam semua hanya beberapa yang sering bertanya dan beberapa yang sering terkendala. Untuk saat ini, pepatah "tak kenal maka tak sayang" sepertinya sudah tidak berlaku, karena "tak kenal pun tetap sayang". Tetap bisa saling menyayangi antarteman, antarguru dan murid, antar guru dan orang tua. Walaupun belum bertemu secara tatap muka langsung.

 

Kalau tahun lalu masih bisa mengupayakan untuk pembagian raport tatap muka. Tahun ini keadaan kembali genting karena sicovid makin merajalela, sehingga pembagian raport dilakukan secara virtual (daring) melalu Google Meet. Alhamdulillah, acara berlangsung dengan haru karena tidak dapat tatap muka secara langsung. Hal baiknya, siswa tetap semangat mengikuti acara tersebut, ada beberapa orang tua juga yang ikut mendampingi.

 

"Pembagian raport kali ini ada perasaan kurang memuaskan karena tidak langsung bertemu dengan wali kelas dan ketika menjalin silaturahmi merasa sedikit kurang Kalau bisa diusahakan seperti biasa (tatap muka) dengan pembagian sesi dengan mengikuti protokol kesehatan tetapi siswa tidak boleh ikut seperti yang sudah dilakukan sebelumnya." Pungkas salah satu orang tua siswa. Namun, sebagai warga negara yang baik tentu saja pihak lembaga maupun warga sekolah wajib menghormati dan mematuhi kebijakan pemerintah. Semua semata-mata demi kebaikan dan kesehatan kita semua agar situasi dan pembelajaran khususnya bisa lekas kembali normal.