Stay informed on our news or events!

post

Smkassalaambandung.sch.id Pada hari kamis dan jumat (26 dan 27) seluruh guru SMK Assalaam mengikuti kegiatan workshop dan IHT dengan tema "Evaluasi dan penerapan teknologi pembelajaran untuk meningkatkan kinerja guru".

Di hari pertama, kegiatan ini dimulai dengan evaluasi kinerja guru sesuai dengan tema yang diambil. Sebelum dilakukan evaluasi, ada beberapa sambutan yang diberikan oleh bapak kepala SMK Assalaam yaitu bapak H.M. Luthfi Almanfaluthi, S.T mengenai arahan menteri pendidikan baru mengenai pembelajaran yang diantaranya : mengikapi penghapusan UN, Ujian Sekolah dilakukan di kelas XI, mengubah metode belajar untuk menghadapi kurikulum di masa depan, metode pengajaran Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a, seleksi PPDB, dan pembangunan ruang kelas baru untuk 6 rombel. Kemudian sambutan kedua dari perwakilan yayasan Assalaam yang diwakili oleh Bapak H.M. Saeful Azis yaitu diantaranya : menyikapi arti dari evaluasi (mengukur, menguji, menentukan sebuah nilai yang kedepannya ada perbaikan, sehingga apa yang menjadi target dan tujuan kita akan tercapai. Program yayasan: kemampuan kompetensi siswa dan guru dalam al qur’an menjadi ciri khas assalaam (melalui metode yanbu’a); Ke-assalaam-an : ciri khas assalaam norma-norma islami yang diterapkan oleh siswa/i dan guru karyawan; Markom : melalui jaringan sosial diharapkan ada perbaikan, ada perkembangan, ada hasil yang baik.

Selanjutnya sambutan ketiga dari penasihat SMK Assalaam bapak Drs. H. Untung Pribadi yaitu diantaranya : menata ulang pekerjaan semester dulu untuk memperbaiki pekerjaan di masa yang akan datang; mengubah cara berpikir anak dan orang tua agar siswa dapat bersaing di luar Bandung. Sasaran utama mempersiapkan anak layak jual dari segi skill maupun mental; penyebab SMK penyumbang pengangguran terbanyak diantaranya : SDM (Tenaga Pengajar) kurang, Kolaborasi kurikulum dengan industri, Sarana kurang, Waktu belajar kurang (Agar memenuhi pasaran industri), SMK Assalaam sebagai sekolah swasta harus bisa lebih dari sekolah negeri.

Evaluasi diri dilakukan melalui diskusi kelompok sesuai kelompok mata pelajaran yaitu: kelompok normatif 1 (guru mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Penjasorkes); kelompok normatif 2 (guru mapel PPKN, PAI, Al-Qur’an, Sejarah Indonesia dan Seni Budaya); kelompok adaptif (guru mapel Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan kimia); kelompok produktif TKR (guru produktif TKR dan mapel PKK); kelompok produktif TBSM (guru produktif TBSM dan mapel PKK); dan kelompok produktif RPL (guru produktif RPL dan mapel Simulasi Digital).

Di hari kedua, kegiatan ini dimulai dengan pemaparan mengenai Surat Edaran Mendikbud nomor 14 tahun 2019 tentang: Penyederhanaan RPP oleh Pengawas SMK Kabupaten Bandung. (Hj. Lala Susilawati, M.MPd.)

Setiap guru dan karyawan harus mengetahui keunggulan SMK Assalaam agar dapat memperkenalkan SMK Assalaam ke luar. Keunggulan SMK Assalaam diantaranya :

  1. Fasilitas yang lebih dari sekolah lain.
  2. Berbasis industri, mencetak generasi yang siap di industri. Bukan mempersiapkan anak untuk bekerja tapi untuk MENCETAK (benar-benar bisa).
  3. Sekolah swasta terbaik di kabupaten Bandung.

Guru dikategorikan menjadi Generasi X, Y, Z. Generasi X yaitu orang-orang yang ingin sukses pekerjaannya rapi. Generasi Y yaitu generasi millenial, generasi yang sudah mengenal apapun. Terakhir generasi Z yaitu generasi masa kreatif dan inovatif (apa yang diajarkan di tulis sebagai bukti implementasi).

Selain dari kategori guru ada juga beberapa pemaparan yang disampaikan oleh bu Lala, yaitu diantaranya : ciri guru abad 21, profil guru era 5.0, tantangan bagi guru, kebijakan kemendikbud, bagaimana cara mencapai pendidikan yang terbaik?, Peer Teaching dari dua guru (bapak Kurniawan, S.T. dan Miss Bela Mustika Badriati, S.Pd) yang di supervisi dan di evaluasi langsung oleh bu Lala Peer Teaching. Dilanjutkan dengan pembuatan RPP yang disederhanakan sesuai dengan edaran Mendikbud nomor 14 tahun 2019.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembuatan aplikasi kegiatan belajar mengajar, aplikasi padlet oleh Miss Yanti Nopiyanti Sopandi, S.Pd. Materi yang disampaikan diantaranya: Mengintegrasikan teknologi sebagai media dalam pembelajaran dan Peran guru di era digital.

  1. Media aplikasi untuk guru yang mensupport pembelajaran diantaranya : padlet, genial.ly, QR code, slido, dan mentimeter.
  2. Media aplikasi untuk siswa yang mensupport pembelajaran diantaranya : comic strip maker, canva, orai, akinator, dan seesaw.
  3. Media aplikasi untuk penilaian (Assesment) diantaranya : kahoot, quizizz, socrative teacher, classmarker, dan quizlet.

Melalui evaluasi ini diharapkan setiap masalah dibuatkan benang merahnya, dikelompokkan berdasarkan jenis dan tingkatan masalah, dipelajari masalahnya secara teliti, dijadikan sebagai dasar untuk pembelajaran sehingga kita dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Meningkatkan kinerja guru dengan penerapan teknologi belajar menggunakan aplikasi pembelajaran dan mempelajari penyederhanaan RPP yang sesuai dengan surat edaran mendikbud nomor 14 tahun 2019.